Chapter 22: Surat Untuk Kawan-Kawanku

Untuk apa kalian kuliah? Mendapat pengakuan sebagai maha nya siswa siswa? Mendapat pengakuan dilingkungan sosial sebagai insan terpelajar? Supaya dianggap keren? Atau bahkan hanya untuk mendapatkan ijazah untuk kalian bekerja?

Continue reading “Chapter 22: Surat Untuk Kawan-Kawanku”

Iklan

BISNIS ONLINE DAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK DI DALAM SOSIAL MEDIA

Abstrak

Peper ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana strategi, peluang dan tantangan mengenai fenomena baru dalam pemasaran produk yaitu pemasaran produk melalui media online.

Paper ini menunjukan bahwa pada era modern ini, dengan meningkatkan upaya dan pemanfaatan sosial media secara strategis dapat mempermudah serta memperluas dampak dari pemasaran produk.

Strategi-strategi yang dilakukan dalam pemasaran produk online ini dapat dilakukan dengan berbagai cara yang tentunya hanya dapat dilakukan apabila kita sebagai pengusaha dapat mengoperasikan dan mengikuti perkembangan teknologi.

Dibalik berbagai peluang yang sangat besar ini, tentunya terdapat berbagai tantangan. Oleh karena itu, kita sebagai entrepreneur perlu untuk mempelajari strategi-strategi lebih lanjut dalam pelaksanaan promosi melalui media online ini.

Continue reading “BISNIS ONLINE DAN STRATEGI PEMASARAN PRODUK DI DALAM SOSIAL MEDIA”

Lady Fast 2 Bandung

Udah penasaran dari pertama kali liat poster edaran Lady Fest ini, lihat kegiatan-kegiatannya pun bikin makin pengen dateng. Tapi, sayang ga ikut satupun workshopnya karena agak ragu. Takut-takut pas hari H ga punya uang buat beli barang yang udah lama ditaksir, tapi akhirnya bermodal uang 70ribu-an (sama dedek dedek receh) berangkatlah wkwk tiketnya 15.000 lho untuk acara se-keren ini.

Continue reading “Lady Fast 2 Bandung”

Asal

Semenjak kecil, saya bukan anak yang senang bergaul, mencari teman, bermain di luar rumah atau berbicara dengan orang-orang. Saya lebih senang diam dirumah, bermain dengan teman khayalan saya, menonton anime dan serial anak-anak lain, membaca buku, manga, cergam, atau cerita-cerita pengantar tidur. Pengalaman saya bermain diluar rumah hanya dapat dihitung dengan jari, suatu ketika saya memberikan diri bermain di halaman belakang rumah yang akhirnya malah di injak-injak anjing pemburu yang jumlahnya belasan, serius.

Hingga akhirnya sekolah pun sampai sekitar pertengahan kelas 3 SD selalu teman sebangku saya adalah nenek. Tidak ada dalam kamus hidup saya saat itu mencari teman lain selain nenek. Kelas 4 saya berani melepaskan diri sebagai anak nenek dan pettualangan pun dimulai. Mulai dari di bully oleh anak SD tetangga, dikirimi bangkai anak itik dan dihadiahi bangkai kadal di tas sekolah saya.

Saya akui, saya adalah anak dengan imajinasi terlalu tinggi, senang menciptakan lagu sendiri, namun tidak berani menyanyi, senang membuat dongeng sendiri namun menyimpan semua di dalam hati. Dari kecillah saya mennjadi seseorang yang tidak memiliki kepercayaan diri, selalu malu dan menghindari orang-orang.

Masih ingat janji saya dulu, ‘saya tidak akan mencari teman di SMP kelak’. Tapi Tuhan berkata lain. SMP adalah masa keemasan saya, dimana saya dengan bebasnya menumpahkan segala apa yang telah saya alami dimasa lalu dan memiliki beberapa teman, sekitar 10 orang, wow itu prestasi untuk saya! Hingga suatu hari saya berani memukuli kawan laki-laki yang sekelas dengan saya, beberapa minggu kemudian dia keluar dari sekolah. Penyesalan baru terasa saat ini, kenapa saya melakukan hal itu?

Saya juga adalah seorang yang ambisius, sejak kecil banyak sekali cita-cita saya, mulai dari ingin menjadi detektif dan masuk jurusan kriminoloogi, menjadi profesor ahli virus dan mengembangkan virus mematikan yang nantinya saya buang virus itu di salah satu negara besar, sampai ingin menjadi hanyou atau manusia siluman kuat seperti Inuyasha dan Seshoumaru dan juga shinigami pencabut nyawa kuat seperti Ryuk.

Sejak kecil, ketika ada sesuatu yang tidak bisa saya kerjakan, misalnya PR, ujian atau materi pelajaran yang susah saya akan sangat merepotkan keluarga saya, dimulai menangis meraung-raung sambil marah-marah. Selalu kesal dengan satu soal yang tidak bisa saya kerjakan dan merasa saya tidak mampu melakukan apapun, saya selalu ingin menjadi sesuatu yang sempurna.

Sampai akhirnya, masuk lah saya ke STM dimana saya selalu mengerjakan tugas bahkan mengerjakan soal-soal yang bukan tugas saya, tapi tugas itu dengan mudahnya di contok orang lain dan dilemparkan kembali kepada saya, ini benar benar dilemparkan, seperti mengembalikan bola dalam basket. Sejak saat itu saya tidak pernah mengerjakan tugas lagi. Kejadian buruk pun beruntutan terjadi, dimana hasil kerja saya tidak pernah dihargai oleh salah satu guru saya yang selalu curiga dan tidak peraya pada tugas saya hingga kahirnya saya diberi nilai 0, di mata pelajaran yang saya sangat mampu.

Umur saya saat itu baru akan menginjak 16 tahun, mulai mencoba berpikir dnegan logika saya pada saat itu, dan akhirnya saya berani melawan orang yang memandang saya sebelah mata, dan konsekuensinya adalah orang tua saya dikirimi SP. Sampai saat ini, saya tidak pernah merasa menyesal melakukannya. Itu hal paling berani yang sudah saya lakukan, dan entah kemana sifat tidak percaya diri saya waktu itu.

Menginjak usia belasan akhir, hingga saat ini. Rasa tidak percaya diri itu tumbuh subur dan berlipat ganda : D

Mulai dari tidak percaya diri akan berhasil atau tidaknya saya dalam kuliah saya, diterima atau tidaknya saya dipergaulan, diterima atau tidaknya saya di kuluarganya eeeh, bisa atau tidaknya saya mencapai harapan-harapan saya. Padahal, didepan orang-orang tertetu biasanya saya percaya diri. Jadi intinya, makan apa hari in?